BUDIDAYA JAMUR TIRAM
1. SYARAT TUMBUH
Jamur merupakan tanaman yang tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan sendiri. Jamur memperoleh makanan melalui sumber makanan yang ada disekitar zat – zat makanan, seperti selulosa, glokusa, lignin, protein serta senyawa pati organisme lain. Untuk mendapatkan jamur dalam jumlah banyak sehingga menjadi skala usaha perlu memenuhi syarat tumbuhnya jamur seperti :
a). Syarat Tumbuh:
1. Suhu:
Jamur tiram dan jamur kuping serta jamur Ling-Zhi akan tumbuh dengan baik pada suhu udara yang relatif dingin yakni antara 160C – 220C. Dengan kelambaban udara berkisar antara 80% - 90%
2. Ketinggian
Mengingat jamur termasuk jenis budidaya yang merupakan hasil rekayasa genetika. Maka kondisi lahan sangat ditentukan oleh bentuk bangunan sehingga jamur dapat hidup walaupun pada dataran rendah sekalipun.
b). Media Tanam
Karena jamur tidak berfotosintesis maka, diperlukan media tanam jamur yang berisi nutrisi jamur, media tanam tersebut adalah campuran dari bahan serbuk gergaji, kapur dan dedak yang dikemas menjadi baglog, kemudian di uapkan selama 8 jam untuk proses sterilisasi sebelum di isi dengan bibit jamur.
b.1. Pembibitan sendiri
b.1.1. Kultur Jaringan
Kultur jaringan merupakan proses rekayasa genetika yang dilakukan dengan ketelitian tinggi, yang diambil melalui proses pembelahan sel. Pembiakan pertama akan menghasilkan Farietas (F)0 yang dijadikan sebagai kultur murni, merupakan media khusus yang berisi miselium jamur yang sudah teruji sifat dan keunggulannya. F0 dikembangkan lagi, menjadi F1 dan F2. F2 inilah yang dijadikan sebagai bibit jamur siap produksi/ budidaya.
Untuk menghasilkan kultur murni pada jamur konsumsi menggunakan PDA (potatos dextrose agar), PDA dapat dibuat sendiri atau dengan membeli yang sudah jadi di toko kimia. Alat yang digunakan adalah AUTOKLAF yang berfungsi untuk mensterilisasi media PDA. AUTOKLAF, digunakan untuk proses mensterilisasi media PDA
b.1.2. Membuat bibit
b.1.2.1. Membuat bag log
Mengisi media tanam kedalam bag log di awali dengan mencampur media tanam dari campuran serbuk gergaji, kapur dan dedak Pencampuran dan diaduk seluruh bahan sampai rata. Pembuatan bag log secara manual maupun menggunakan mesin, komposisi untuk bahan media tanam adalah 20% adalah campuran dedak/katul, 2% adalah kapur ditambah dengan air secukupnya.
b.1.2.2. Sterilisasi bag log
Banker/Drum digunakan untuk proses pembuatan bibit didalam pembuatan bibit harus memenuhi syarat, sebab proses ini adalah penentu berhasil tidaknya budidaya jamur, sebab bibit yang dihasilkan harus benar – benar bibit unggul. Untuk membuat media tanam jamur diperlukan bag log, sebelum dimasukan bibit jamur terlebih dahulu dilakukan sterilisasi dengan menggunakan banker/Drum. Bag log disusun dalam banker/drum, setelah terisi penuh ditutup rapat, dan dilakukan proses menguapan selama 8 jam
b.1.2.3. Pengisian bibit kedalam media tanam jamur
Pengisian bibit jamur dilakukan setelah proses sterilisasi bag log yang telah di dinginkan selama 12 jam.
b.1.3. Budidaya
Pengertian budidaya adalah proses produksi/ pembuatan jamur dari bibit yang F2 sampai dengan panen, dengan cara menyusun bag log pada rak yang telah disediakan.
b.2. Konstruksi Bangunan
Kontruksi bangunan yang digunakan adalah kontruksi sederhana, semacam saung yang berdinding bilik. Dikarenakan perbedaan suhu yang diperlukan antara produksi/panen dengan proses tumbuhnya berbeda, maka bangunan perlu dibikin terpisah. Ukuran bangunan untuk produksi/panen yang akan digunakan adalah Panjang 10m x Lebar 5m x Tinggi 4m, kemudian bangunan untuk Inkubasi adalah Panjang 10m x Lebar 5m x Tinggi 4m. Bangunan dibuat tinggi agar sirkulasi udara dapat masuk dan keluar dengan baik. Hal ini di perlukan agar proses budidaya jamur tidak terhambat dan lebih merata.
2. PELUANG BISNIS
a. Budidaya
Dewasa ini jamur yang memiliki nilai jual tinggi adalah;
• jamur kuping
• jamur tiram
• jamur Ling-Zhi (untuk kebutuhan bahan baku jamu dan obat farmasi)
b. Pangsa Pasar
Saat ini pangsa pasar untuk jamur jenis jamur tiram masih luas. Berdasarkan survey yang dilakukan diberbagai pasar tradisional, kebutuhan akan jamur tiram belum tercukupi dengan jumlah petani jamur yang ada saat ini, sehingga ini menjadi sebuah peluang usaha yang bisa dikembangkan. Selain itu jamur tiram juga bisa di jual dalam bentuk olahan yang mempunyai daya jual tinggi dan daya tahan yang lama, seperti kripik jamur. Selain itu jenis usaha budidaya Jamur Tiram bisa menyerap jumlah tenaga kerja, sehingga bisa mengurangi angka penggangguran.
c. Deversifikasi rasa dan usaha
• Jamur Tiram
Jamur tiram selain sebagai bahan sayuran yang memiliki gizi tinggi, juga dapat dijadikan sebagai makanan ringan, bahan pembuat sate jamur. Selain itu bagi sebagian orang yang tidak boleh memakan daging (vegetarian), jamur menjadi makanan alternatif untuk menggantikan daging, karena teksturnya hampir menyerupai tekstur daging. Dibebarapa kota besar khususnya perkantoran, sate jamur tiram memiliki pasar yang cukup bagus
• Jamur Kuping
Jamur kuping selain sebagai bahan sayuran yang memiliki gizi tinggi, juga dapat dijadikan sebagai bahan pembuat makanan ringan, seperti kripik jamur, dan dapat pula diawetkan dengan cara dijemur sampai kering.
• Jamur Ling-Zhi
Jamur ini merupakan jamur yang mengandung racun, akan tetapi menjadi racun yang menguntungkan, karena dapat dijadikan sebagai bahan obat, serta minuman segar berkhasiat dalam bentuk sirup
3. ASUMSI BIAYA BUDIDAYA
A). Investasi dan Biaya Produksi
Infrastruktur yang telah tersedia adalah Bangunan untuk produksi (panen) seluas 10 X 5 X 4 meter dengan kapasitas jumlah baglog sebanyak 10000 baglog, sedangkan bangunan untuk Inkubasi belum ada. Maka untuk memenuhi target produksi diperlukan bangunan khusus untuk inkubasi.
1. Modal Investasi
a. Bangunan Inkubasi kapasitas 10.000 Rp 15.000.000
b. Drum 2 buah Rp 200.000
c. Plat Baja Rp 300.000
d. Kompor 2 buah Rp 400.000
e. Plastik lembaran 40 Kg Rp 320.000
f. Timbangan Rp 300.000
TOTAL INVESTASI Rp 16.520.000
2. Biaya Operasional/Biaya Produksi/musim (5bulan)
a. Plastik Log (17X30 cm) Rp 840.000
b. Serbuk gergaji 500 Krg Rp 1.000.000
c. Dedak halus 1440 Kg Rp 1.440.000
d. Kapur 720 Rp 720.000
e. Pengerjaan Log 10.000 media Rp 2.000.000
f. Pembelian Bibit Rp 3.000.000
g. Transportasi Rp. 400.000
h. Pembelian Gas Rp 1.005.000
i. Upah tenaga kerja 2 orang Rp. 4.000.000
TOTAL BIAYA OPERASIONAL Rp 14.405.000
Untuk Modal Investasi (bangunan inkubasi) memerlukan dana sebesar Rp. 16.520.000 dan untuk biaya produksi (operasional) permusim (5 bulan) tanam dengan kuantitas 10.000 bag log adalah sebesar Rp 14.405.000, sehingga dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 30.925.000
B). Asumsi laba rugi
• Kapasitas produksi setiap periode 10.000 bag log dikurangi oleh resiko kematian sebesar 20%, sehingga baglog siap panen adalah 8.000 media.
• Target tonase permedia tanam sebesar 5 ons/baglog, sehingga dari baglog siap panen bisa menghasilkan Jamur Tiram sebanyak 4000 Kg.
• Harga jual perkilo gram jamur tiram saat ini adalah Rp. 6000/Kg, maka total penerimaan kotor dalam 1 periode tanam adalah Rp 24.000.000
• Laba kotor di kurangi dengan biaya produksi adalah Rp. 24.000.000 – 14.405.000 mendapatkan laba bersih sebesar Rp 9.595.000
• Pendapatan dalam 1 tahun dengan 2 periode musim adalah Rp. 9.595.000 X 2 = Rp 19.190.000
C). Kelayakan usaha
Break even point (BEP)
BEP Volume Produksi = total biaya produksi = Rp. 14.405.000 di bagi jumlah harga/kg = Rp. 7000 = Rp. 2400 kg
Jadi, dengan kuantitas 10.000 baglog jamur siap panen, yang diperlukan untuk mencapai break even point adalah 2.400 kg jamur., dengan target panen permedia tanam 5 ons selama satu periode tanam.
4. PENUTUP/KESIMPULAN
a). Suhu:
Jamur Tiram akan tumbuh dengan baik dengan suhu udara yang relative dingin dan mempunyai kelembaban yang sesuai dengan syarat tumbuh jamur, dengan sinar matahari yang tidak terlalu kuat dengan suhu udara antara 160C – 220C.
b). Kelembaban
Jamur Tiram akan memiliki pertumbuh dan berproduksi dengan baik, dengan kelembaban udara antara 80% -90%,
c). Ketinggian
Karena Jamur Tiram merupakan hasil rekayasa genetika, maka kondisi lahan sangat ditenukan oleh bentuk bangunan sehingga jamur dapat hidup walaupun pada dataran rendah sekalipun.
d). Media Tanam (Baglog)
Media tanam Jamur Tiram dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu hasil dari pembibitan sendiri atau dengan cara membeli baglog siap panen.
Jumat, 16 Oktober 2009
Minggu, 30 Agustus 2009
Minggu, 05 Juli 2009
jamur tiram kiat usaha sukses
Pemutusan hubungan kerja (PHK) menimbulkan banyak dampak banyak orang yang mengakibatkan semakin bertambahnya jumlah orang yang harus kehilangan sumber pencariannya, ditambah dengan semakin sempitnya lapangan kerja yang di sediakan pemerintah al hasil tidak sedikit warga indonesia yang terpaksa harus bekerja ke luar negeri meski resiko yan amat tinggi. Kita mungkin sudah terbiasa dengan berita bahwa TKI kita di malaysia, arab saudi dan lainnya yang tidak sedikit mereka harus merelakan nasibnya terbelenggu oleh rantai penyiksaan dan bahkan sama sekali tidak di bayar oleh majikannya. Pertanyaannya apakah kita harus menjadi seperti mereka? Saya rasa tidak! Kinilah saatnya kita berpikir logis disaat keterpurukan menimpa kita apa yang harus kita lakukan, maka lakukanlah. Untuk itulah kami ada untuk berbagi pengetahuan dengan anda semua. 2 tahun yang lalu nasib saya sama dengan anda korban dari keterpurukan tersebut, tapi setelah saya banyak belajar tentang hidup, apa itu hidup dan harus bagaimana kita hidup, sudah tentu ini adalah tanggung jawab kita semua yang harus kita jalani. 2 tahun yang lalu kita lupakan, kini kita membuka lembaran baru untuk masa depan yang lebih berarti. Mari kita berpikir peluang usaha apa yang akan kita dapatkan? Anda tidak perlu khawatir anda bisa belajar seperti saya untuk mendapatkan peluang usaha yang benar-benar bisa kita andalkan untuk hidup kita. Bagaimana saya pilihkan peluang usaha untuk anda yaitu Usaha Budidaya Jamur Tiram. Kenapa harus usaha ini? Jawabannya adalah karena prospeknya sangat bagus bahkan sampai saat ini kebutuhan pasar lokal ataupun pasar luar memang benar masih kekurangan. Tidak hanya itu menariknya dalam usaha ini kita tidak selalu mendapatkan keuntungan dengan menjual hasil panen kita saja akan tetapi kalau kita sudah mahir dan tekun menjalankan usaha ini kita bisa menjual media baglog, bibit, dan juga kita bisa membuka pelatihan terbuka untuk teman teman kita, tetangga kita, saudara kita yang mau belajar usaha budidaya jamur tiram ini. Dan perlu anda ketahui sampai saat ini saya sudah berjalan 2 tahun buka usaha ini dan alhamdulilah usaha saya semakin berkembang berkat ketekunan dan keseriusan saya dalam menjalankan usaha ini. Langkah apa saja yang harus kita lakukan untuk membuka usaha ini? Sangat mudah sekali, pertama kita membuat kumbung/saung jamur(ukuran terserah anda) tapi sebagai gambaran kalau kita akan menanam sekitar 10. 000 baglog kumbung yang harus kita bangun kira-kira 12x6 dengan susunan rak didalamnya. Kedua kita mempersiapkan keperluan produksi, yang harus kita pikirkan dalam mempersiapkan produksi ini adalah bahan produksi yang diantaranya; serbuk gergaji,dedak, kapur. Sedangkan untuk alat produksinya; plastik baglog ukuran 17x30, stik untuk inokulasi bibit, ring dari bambu ukuran 1cm diameter 3-4cm, kapas, plastik, koran. Sendok spatula dan lampu bunsen dengan bahan bakar spirtus. Selanjutnya adalah mesin sterilisasi” autoclave”( skala modern) kita bisa menggunakan cara tradisional saja yaitu dengan menggunakan drum dengan tungku dari kayu bakar atau juga kita bisa menggunakan kompor gas tapi semawar yang kita gunakan biasa dipakai oleh tukang nasgor atau pecel lele karena tampak lebih besar dan kuat.
Rabu, 01 Juli 2009
Selasa, 23 Juni 2009
APA ITU JAMUR TIRAM?
Langgan:
Entri (Atom)



